Art Inspiration

Maret 2015

 

 

 

ART is a secret key to success

Kalau saat ini kita bertanya pada seseorang :  Apa yang paling diinginkan oleh dirinya dimasa depan ? Banyak dari mereka yang menjawab bahwa mereka ingin sukses ! Dan ketika ditanya tentang apa yang dimaksud dengan sukses, maka jawabannya sungguh beragam.

Sukses sebenarnya sebuah keadaan yang telah dicapai seseorang sesuai dengan yang diinginkan nya dan keadaan tersebut bermanfaat dan berdampak positif bagi lingkungan dan sesama.

Untuk mencapai sukses yang seperti ini, diperlukan kemampuan atau keunggulan yang unik, karena ditengah globalisasi yang membuat semua hal relative menjadi sama atau tidak  memiliki keunikan. Demikian juga  manusia  menjadi seperti produk masal yang tidak mempunyai keunikan dalam profesi / pekerjaanya.

ART (seni rupa) adalah  sesuatu yang dapat membuat keunikan hingga menambah keunggulan seseorang atau benda. Lihat saja pemasaran apartemen, mobil, alat elektronik dll. Barang yang mempunyai design yang baik akan mempunyai nilai jual yang lebih tinggi.  Artinya ART dapat meningkatkan nilai tambah dan  meningkatkan minat  masyarakat terhadap benda itu.

Demikian juga seseorang yang memahami ART  akan dapat membuat profesinya makin diapresiasi oleh masyarakat. Misalnya pemilik resto yang memahami ART, maka ia akan menampilkan restonya lebih menarik dan artistik. Dengan tampilan seperti itu maka restonya akan lebih diminati  masyarakat untuk dikunjungi, hingga dapat meningkatkan keuntungan.

Keunikan yang dihasilkan dari ART semakin diperlukan saat ini, karena dengan ART orang dapat menjadi sukses.

Tuhan telah menciptakan manusia dengan keunikannya masing masing. Karena keunikan memang sangat dibutuhkan bagi kehidupan manusia.

Saat  ini  ART tidak hanya menjadi dunia seniman namun telah menjadi alat bagi banyak orang untuk mencapai sukses. Tak salah jika kita menyebut  ART sebagai kunci rahasia untuk mencapai sukses.

Hadiprana Art Class menyadari bahwa kemampuan memahami ART penting diajarkan bagi siapa saja khususnya anak anak.

 

Yulianto Liestiono Maret 2015

 

 

 
Januari 2015

DISIPLIN itu KREATIF

 

Aku hanya menulis ketika mendapatkan inspirasi, dan, celakanya, aku selalu mendapatkannya setiap pukul Sembilan pagi. 

- William Faulkener

 

Judul diatas barangkali akan menumbuhkan sangkalan. Karena disiplin tentu tidak sama dengan kreatif. Disiplin adalah sikap positif yang berhubungan dengan rutinitas, kesungguhan dan aksi atau kerja. Sedangkan Kreatif adalah sifat yang menunjukan perubahan, inovasi, baru dan semacamnya.

 

Dua kata diatas Disiplin dan Kreatif itu memang beda namun demikian ternyata dua kata tersebut sangat berkaitan dan menjadi pemicu satu dengan yang lain. Orang yang disiplin akan mudah menjadi kreatif dan orang yang kreatif akan mudah menjadi disiplin.

 

Mari kita perhatikan perkembangan anak anak didik kita yang rajin disiplin dan tekun.  Anak anak yang demikian biasanya lebih cepat berkembang dan selalu dapat mengatasi berbagai persoalan dalam proses belajarnya. Hasilnya mereka bisa saja menjadi lebih baik bahkan disbanding dengan anak yang mungkin saja lebih berbakat.

 

Demikian juga anak yang kreatif. Anak kreatif biasanya selalu dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul dalam proses belajar. Kemampuan mengatasi persoalan ini akan membuat mereka belajar dengan cepat dan tanpa beban, hingga tak mudah menyerah.  

 

Memahami hal tersebut Hadiprana Art Class  terus menerus mengingatkan siswa, agar  selalu melatih diri untuk disiplin dan kreatif. Karena sikap inilah yang akan menentukan kemampuan mereka dalam berkarya serta akan membentuk sikap mereka menjadi lebih tangguh,  ulet dan kuat.

 

Caranya  antara lain dengan selalu meminta anak datang ke kelas tepat waktu, dan selalu hadir sesuai jadwal yang telah disepakati ( tidak pernah absen / bolos ). Selain itu siswa juga dibiasakan untuk menyelesaikan karyanya dengan sungguh sungguh dan sebaik baiknya. Walau siswa sedang mempunyai banyak tugas lain di sekolahnya.

Dengan latihan seperti ini siswa akan terlatih untuk disiplin dan mempunyai komitmen untuk belajar agar dapat meningkatkan kratifitasnya.

 

Tahun 2014 sebentar sudah berlalu. Pergantian tahun selalu di tandai dengan perubahan perubahan. Semoga di tahun 2015 ini kita dapat semakin disiplin dan semakin kreatif dalam membantu anak anak belajar dan berkarya. Hingga dapat membantu anak anak menjadi anak yang disiplin serta kreatif.

 

Karena sesungguhnya pendidikan itu menjadi bermanfaat ketika berhasil mengubah SIKAP anak didik menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Hingga dikemudian hari anak didik mampu belajar sendiri menghadapi dunianya dengan baik.

Yulianto Liestiono

 

 

 
Oktober 2014

 

 

      

 

 

KEBEBASAN


Kita baru saja merayakan hari kemerdekaan Indonesia  ke 69 di bulan Agustus lalu.  Perasaan bangga serta nahagia selalu dapat kita rasakan dalam perayaan seperti itu, karena perayaan kemerdekaan akan mengingatkan kita telah menjadi bangsa yang sudah merdeka, bangsa yang bebas dan memiliki derajat yang sama dengan bangsa bangsa lain di dunia.

Banyak hal yang dapat dimaknai dengan sebuah kemerdekaan. Kalau kita simak beberapa pendapat tentang apa itu arti kemerdekaan bagi seseorang maka beragam  jawaban dapat kita dapatkan. Namun demikian intinya kemerdekaan sering disandingkan dengan kebebasan. Merdeka berarti bebas, misal orang bebas memilih partai, orang bebas memilih sekolah, atau bebas menentukan hidupnya dan lain lain. Kita percaya bahwa kemerdekaan sangat diperlukan setiap orang untuk meraih cita citanya. Karena tanpa kemerdekaan manusia tak dapat menggali kemampuan uniknya untuk menjadi sukses


Kebebasan yang dapat membawa anak menjadi seseorang yang sukses adalah KEBEBASAN MEMILIH YANG BENAR  agar  Kebebasan yang dipilihnya dapat menghasilkan kebebasan sejati atau kebebasan yang sesungguhnya

Contoh, seorang anak dapat bebas memilih sikap untuk berbohong atau jujur, jika ia memilih jujur yang ia yakini sebagai yang benar maka ia akan terbebas dari

 

-          Rasa bersalah

-          Dosa

-          Takut

-          Dll 

 

Contoh yang lain jika dalam proses belajar anak memilih sikap rajin dan disiplin menjadi sikap yang benar,

Maka anak akan terbebas dari

 

-          Kebodohan

-          Kemalasan

-          Penyesalan

-          dll


Kondisi atau situasi terbebas dari berbagai persoalan seperti ini adalah kebebasan sejati yang dialami oleh anak tetrsebut.

Jadi untuk mendapatkan kebebasan sejati dalam kehidupannya, maka seseorang memang harus terus menerus memilih yang benar dalam setiap tindakan yang akan dilakukannya

Hadiprana Art Class mengajarkan dan melatih anak anak untuk menggambar atau melukis dengan dasar kebebasan yang benar. Agar karya anak berisi dan ditujukan untuk dapat bermanfaat bagi dirinya maupun lingkungannya.


Selain tema tema yang bernilai positif atau berisi kebaikan, karya anak juga digunakan menghasilkan sumbangan bagi  mereka yang membutuhkan. Karya anak juga dapat berfungsi menjadi bagian untuk menghias berbagai Mall di Jakarta, seperti yang  dilaksanakan mulai bulan Oktober 2014 dengan melukis wayang.


Kebebasan  yang di sikapi dengan

 

Memilih yang Benar = Kebebasan  Sejati

Kita harus terus berusaha untuk mengarahkan anak memilih yang benar agar mereka dapat sunguh sungguh merdeka dan bebas dari berbagai kesulitan dalam kehidupannya kelak.

 

Yulianto Liestiono Sept 2014

####

 

 
Juni 2014

         

 

KREATIF + PROAKTIF = BERKAT

 

     Perkembangan kehidupan saat ini, kita dihadapkan pada kecepatan perubahan dalam banyak hal. Tak terkecuali perubahan pendidikan untuk anak.  Saat ini pendidikan selalu menekankan adanya pelatihan  agar anak menjadi kreatif. Karena kreatifitas merupakan salah satu yang sangat penting bagi keberhasilan anak di masa depannya nanti.

    Kreatif itu sendiri adalah kemampuan untuk mewujudkan sesuatu yang baru ( Sesuatu yang sebelumnya tidak ada ). Kreatif dapat juga berarti melahirkan atau menjadi sumber ide - ide baru. Membicarakan kreatifitas anak tentu banyak hal yang dapat dilakukan.

 

    Namun demikian satu hal yang penting untuk diingatkanya itu pendidikan seharusnya membuat anak mampu menggunakan kreatifitas dalam kehidupannya. Dengan demikian kemampuannya dapat menjadi berkat bagi lingkungannya.

 

     Untuk mencapai hal tersebut, anak harus proaktif dalam berbagai acara atau kesempatan  agar dapat mengekpresikan kreatifitasnya. Misal anak ikut serta membuat dekorasi disekolah, atau dirumah ibadah mereka. Bisa juga anak mengikuti pentas atau pameran karya. Karya anak juga dapat digunakan pada berbagai benda pakai, seperti Mug, T-Shirt , Kartu Ucapan dll.

     Orang tua dapat membantu anak anak mereka untuk menjadi anak proaktif, dengan meminta mereka membuat sendiri berbagai benda untuk kegiatan ulang tahun keluarga atau menyertakan karya mereka dalama cara keluarga. Kegiatan seperti ini akan membuat anak terlatih dan meningkat percaya dirinya. Anak dapat merasakan dan bangga menerima penghargaan lingkungannya.

 

     Memahami hal ini Hadiprana Art Class terus menerus menekankan pentingnya kreatifitas disamping karakter lainnya seperti Antusias, Taat, Tertib dan Pantang menyerah. Berbagai cara dan kesempatan terus diadakan untuk meningkatkan kreatifitas anak dan terus memberi fasilitas agar karya anak anak Hadiprana dapat menjadi berkat yang nyata bagi lingkungannya.

 

     Dibulan  April 2014 ini anak anak diberi kesempatan untuk proaktif menggambar di sebuah "telur" dengan kreatif bertema kasihsayang / cinta. Karya mereka ditata dalam sebuah kesatuan display dan ditempatkan di Mall yang berkelas seperti LIPPO Mall Kemang, LOTTE SHOPING AVENUE dan PX Jakarta Barat.

     Walaupun mereka masih kecil, tetapi kemampuan mereka dapat menghasilkan karya dan menjadikannya bagian dari dekorasi sebuah Mall, inilah yang luar biasa.

 

Selain kreatifitasnya terlatih anak juga mulai memahami bahwa karyanya dapat terpakai di masyarakat. Tantangan untuk menumbuhkan kreatifitas seperti ini diharapkan menjadi bekal dalam hidupnya kelak. Kreatifitas akan muncul jika ada tantangan, dan ketika banyak tantangan di sikapi dengan antusias dan pantang menyerah maka kreatifitas itu akan menjadi karakter. Karakter kreatif inilah yang sangat dibutuhkan anak anak dalam menjalani kehidupannya kelak dikemudian hari.

 

YL Juni 25 2014

 

_____________

 
Maret 2014

 

     ART as a personal GIFT

 
          Kodrat hidup manusia adalah saling memberi. Bisa antara orang tua dan anak , antara teman dan bisa juga antara pimpinan dan yang dipimpinnya atau sebaliknya. Kodrat memberikan  sebagian atau banyak bagian dari hidup seseorang untuk orang lain inilah yang membuat manusia  disebut mahluk mulia.
Seturut dengan kebutuhan manusia maka pemberian antar mereka juga dapat berbentuk materi  untuk kebutuhan fisik namun juga tidak kalah penting adalah pemenuhan kebutuhan psikis / jiwa yang bersifat non materiil. Dua kebutuhan ini jika terpenuhi akan menjadikan manusia menjadi utuh, yang sering di sebut sebagai memanusiakan manusia.
Pengalaman menerima hadiah, berupa secarik kertas yang digambar oleh anak sendiri yang menggambarkan keakraban kami  bertiga.  Dan diberikan dengan sangat antusias ketika  saya pulang kerja disore hari adalah pengalaman yang tak terbelikan dan sangat mengesankan. Peristiwa besar seperti ini dapat membuat semangat kerja menjadi berlipat ganda. Dan ketika esok  harinya saya membeli bingkai untuk karya tersebut anak saya melihatnya dengan rasa bangga. Ia bangga karena ia mempunyai arti bagi keluarganya.
Dari pengalaman seperti ini saya yakin lukisan atau gambar dapat mempunyai arti yang luar biasa jika difungsikan menjadi sesuatu pemberian yang bersifat personal, karena melalui gambar atau lukisan seperti ini sebenarnya yang diberikan adalah jiwa dari si pemberi. Perasaan kasih, hormat, , menghargai, mencintai dan semacamnya. Maka pemberian seperti ini menjadi tidak tergantikan dengan materi yang lain. Keunikan yang bersifat sangat pribadi dari sebuah karya seni adalah ungkapan yang tidak dapat dilakukan dengan cara yang lain. 
 
Hadiprana Art Class menyarankan agar kita mengajarkan atau mencontohkan kepada anak anak kita bahwa lukisan mereka di manfaatkan sebagai "personal gift". Misalnya kita memberikan lukisan anak kita sebagai ucapan hari hari besar, Hadiah ulang tahun kepada teman atau kerabat kita dll.  Karena dengan demikian kita dapat mengajarkan banyak hal kepada diri kita sendiri, anak anak kita dan mereka yang kita beri lukisan.  Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya
 
-         Ketika kita harus memilih karya anak kita untuk kita berikan, maka kita akan secara tidak langsung telah belajar menghargai karya mereka, kita belajar memilih mana karya yang cocok untuk event tertentu. Mungkin juga kita harus dapat menjelaskan keunikan karya tersebut kepada rekan atau kerabat kita jika mereka menanyakannya. Kita dapat membuka komunikasi yang menyenangkan dengan membahas karya anak anak kita sebagai prestasi positif yang dapat ditularkan.
 
-         Bagi anak anak mereka juga akan belajar merelakan miliknya untuk kebutuhan keluarganya, yang berarti anak belajar untuk peduli. Dengan dipilihnya beberapa karyanya untuk diberikan anak dapat belajar melihat mana karya yang baik dan terpilih. Dihargainya karya anak sebagai bagian yang membanggakan keluarga maka akan menumbuhkan percaya diri yang sangat diperlukan di kemudian hari.
 
  -         Bagi yang menerima lukisan anak sebagai "gift" maka mereka akan lebih memahami pemikiran dan banyak hal dari keluarga si pemberi, karena lukisan adalah ungkapan pikiran dan perasaan pelukisnya. Menghargai pemberian yang dihasilkan oleh pikiran dan perasaan pemberinya akan meningkatkan hubungan kekeluargaan atau kekerabatan menjadi lebih berkualitas.
 
 
Art as a personal gift adalah sebuah kegiatan yang perlu dijadikan kebiasaan bagi  siswa Hadiprana Art Class, karena dengan kegiatan seperti ini karya anak anak dapat diapresiasi oleh sahabat maupun kerabatnya. Karya anak mempunyai fungsi nyata dalam meningkatkan hubungan sosial. Walau secara materi lukisan relative bernilai ekonomis. Namun dengan memberikannya, maka karya itu telah memiliki rumah atau tempat yang sesungguhnya. Bukan ditempatkan digudang yang hanya dilihat sesekali dalam setahun. Atau bahkan menjadi beban karena tidak ada tempat untuk menyimpannya. Semoga Art as a gift dapat menjadi kebiasaan bagi siswa Hadiprana Art Class serta orang tuanya. 

Yulianto Liestiono